i got these youth passion in me and it's about to explode / so chill / laugh
Catching Elephant is a theme by Andy Taylor
Wisnu Dewanto. Ketika England sudah gugur dari Piala Dunia.
selamat wisuda ars 2006!
senang bersamamu !!
pria - pria labil 2006.
I took it when I was in Jakarta, close to the place where I live. These kind of scenery do still exist in Jakarta.
Haha.
Tulisan ini sebelumnya sudah pernah saya muat di notes Facebook saya, tertanggal 26 April 2009.
A must seeeeeee !!!!!!!!
Please do remember “wali” band song first.
Intro :
Baru bangun dari malam yang melelahkan namun benar - benar menyenangkan.
Makelarsnya seeruuu piisssaaaannn. huhuy. jeuleh.
———————————————————————————————————————-







Sangat disayangkan bagi para masyarakat arsitektur yang tidak hadir pada acara Makelars kemarin. Setidaknya kemarin banyak aksi - aksi mencengangkan (jaws dropping).Sebut saja Anex. Anex. Anex ketika datang. Anex ketika manggung. Anex ketika joget.
Luarbiasa.
Selain karena pakaiannya yang memang mirip seorang pria tunasusila, kelakuannya-pun sebanding dengan kemiripan itu.
Mungkin dikarenakan tema yang diangkat berkenaan dengan olahraga, terutama sepakbola, lantas dengan tidak tahu malu, aneks (aneh maksimal), melakukan peregangan otot dengan bermacam - macam gerakan dan bermacam - macam gaya. Entah apa yang dipikirkannya. Tapi nampaknya ia berhasil dalam menciptakan pensuasanaan yang berbeda.
Memang, sepertinya bukan hanya tindak - tanduk perilaku pria yang bernama asli, Andreas Yanuar ini saja yang menjadi suatu point of view.
Malam itu dihadiri juga oleh Balung (baca : Anindito Wisnu), 20 , sang gitaris handal, yang rupanya sekali naik panggung, tidak akan pernah turun. Ia membawakan musik - musik rock kencang dan nampaknya hanya dapat dinikmati bagi kalangan tersendiri. Lalu ada Ejjamm ,32, yang sepertinya sedang mengalami kepenatan luar biasa, sehingga menyebabkannya berteriak tidak karuan di atas panggung. Ada juga band Madu, 33, membawakan tembang - tembang lawas yang melankolis romantis - seperti juga orang itu sendiri- dengan gaya akustik. Tidak hanya Madu sendiri yang menjadi vokalis pada malam itu, namun Joko (umur disamarkan dengan maksud untuk tetap membuka peluang bagi para wanita berjilbab maupun tidak dari segala umur) juga mendapatkan kesempatan untuk bernyanyi, dengan suara falsetto yang merdu sekali. Sampai terkadang telinga menjadi sakit. Kemudian, pada saat lagu terakhir dimainkan, Rivani Chandra , 22, naik ke atas panggung dan ikut ber- akustikan dengan memainkan alat musik biola.
Malam itu begitu penuh dengan genre musik lagu. Dari jazz, yang sempat dibawakan oleh Eva, 19, hip - hop, yang dibawakan oleh personil band yang sama, yaitu Gre , 18, Luky , 18, dan Ari , 18- namun dengan vokalis yang berbeda, yaitu Geetha hip hop , 22. Disela- sela aksi panggung Geetha, Aneks kemudian naik, dan ikut meramaikan suasana. Lalu ada juga Britpop, yang tentu saja dicanangkan oleh Andy London, 16, yang kemudian menciptakan suatu kolaborasi dengan berbagai angkatan, dari Monoks,34, hingga Eugene, 20. Eugene, yang diwawancarai ketika itu , menerangkan bahwa ia diminta untuk melakukan suatu aksi panggung dengan gaya Britpop yang memang cederung gay. Ia dimandat untuk melakukan gaya - gaya yang berusaha untuk menarik ketertarikan kaum lelaki, lantas , bagaimana tanggapan Eugene akan hal itu ? “How can I be gayer ? Please. Tell me “. Kurang seru nampaknya kalo pada acara malam itu tidak dihadiri oleh Boncu (baca : boneka lucu) ,16, yang membawakan lagu - lagu Limpbizkit dan Linkin Park. Penonton meloncat - loncat dan ikut menyanyikan lagu - lagu yang dibawakan oleh Bandnya tersebut. Such a crowd pleaser.
Selain itu, ada juga flashmob, yang dilakukan oleh hampir 60 orang. Suatu gerakan tari yang dilakukan secara massal ini, dikoordinir oleh Adhika Annissa, 12, yang walau memang kecil, namun tampaknya begitu enerjik. Berkat kegemarannya yang konon meminum Kombantrin. Flashmob ini nampaknya berhasill menarik perhatian penonton yang lain untuk ikut berpartisipasi dan ikut menari . Walaupun gerakannya menjadi tidak kompak, namun cukup meramaikan suasana.
Malam kian larut, dan jurus - jurus pamungkas - pun mulai dikeluarkan satu persatu. Mulai dari Raygava Et Al dan pendampingnya yang, manis, lucu, seksi, dan nampak polos,yang membawakan lagu - lagu dari Magic Numbers hingga Kings of Leon, hingga Chalk For Cheese, yang memang belum pernah berhasil untuk mengecewakan penggemarnya, seperti saya - dan ketika CFC sedang bermain di atas panggung, muncullah teriakan mengenai Anya, yang terus dielu - elukan kepada Bapak Bangor Arsitektur, Ferdy Apriadi,39. Malam itu , entah sudah berapa macam keisengan yang dilakukannya dengan tetap berwajah datar. Sebut saja berpura - pura menjadi satpam siskamling, lantas ia membenturkan pipa besi ke tiang lampu , untuk sekedar memberitahukan waktu saat itu. Namun ketika dielu - elukan mengenai Anya, wajah datarnya itu kemudian menjadi malu dan hanya bisa menyebut “anj*ng , anj*ng” .
Waktu menunjukkan pukul 12.30 siang Waktu Indonesia Bagian Gedung 5 ( baca : 00.30 WIB ) , ketika Ditto Setiasa, merayakan ulang tahunnya yang ke -42. Seolah - olah ia masih muda, seolah - olah ia berulang tahun yang ke - 21, masyarakat yang lain kemudian menyiram nya dengan bermacam - macam jenis air hingga kopi, menggesek bagian vitalnya ke pohon, hingga menumpahkan seisi tong sampah padanya. Hal semacam ini memang lazim dilakukan di jurusan ini, dan Ditto pun senang sekali nampaknya.
Seiring berlangsungnya perayaan Ditto, dibuka jugalah acara DD Show. Acara ini melatunkan lagu - lagu lawas, baik dalam negeri, hingga luar negeri. Acara ini dibawakan oleh Dede Kurnia Epi, 18, yang selain lincah, enejik, dan berpengetahuan luas dalam soal musik, juga rupanya pewaris kerajaan Rumah Makan Masakan Padang, Andalas. Entah sudah berapa cabang yang sudah dikembangkan oleh Dede, di umurnya yang masih muda belia itu- dan acarapun terus berlangsung hingga pukul 15.00 WIG5 (baca : 03.00 WIB).
Sebenarnya banyak sekali pengisi acara pada malam itu. Banyak sekali genre musik yang ditampilkan, dan banyak sekali star performance. Sayangnya, memang publikasi akan acara ini nampaknya minim sekali. Seolah - olah tidak membutuhkan publikasi. Entah karena mereka merasa masyarakat tidak perlu dilibatkan dalam prosesnya, ataupun karena mereka memang sudah fasih dalam ber-acara , ataupun karena waktu yang tidak cukup. Dari segi dekorasi pun , memang kurang arsitektural. Padahal itulah yang menjadi point of interest acara-acara arsitektur. Terlihat dari hasil, bahwa proses yang dilakukan berjalan dengan kurang baik. Namun apa daya jika para panitia sendiri , hanya berorientasi kepada hasil. Toh, setidaknya , hal itulah yang nampaknya diajarkan kepada mereka.
Namun,di sisi lain, dalam acara ini ada suatu hal baru yang segar, yang belum pernah ada sebelumnya, namun berhasil menciptakan suatu interaksi bagi seluruh penonton. Tidak muluk - muluk, tidak berdigital ria, hanya suatu tarian, namun sangat menarik.
Memang masih perlu untuk belajar dan banyak kesempatan untuk memperbaiki kinerja mereka. Buat saya, acara malam itu menyenangkan, dan memang seru, dan saya ingin untuk ikut dalam acara- acara selanjutnya.
Secara keseluruhan, malam itu saya merasa sebagai bagian dari suatu acara anak SMP yang enerjik dan menyenangkan.
AWeSOME!
Reporter E, meliput acara Makelars 2008 , 05 Juni 2010.
you are a LEGEND
(Indonesian version)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku…
- B.J. Habibie
===========
(English Version)
Truth be told, this is not about your death. It never was.
I am very aware that everything will cease to exist at the end of the day, and death is an absolute, and this is your path to walk on, this is your time to go. I know that perfectly well.
But what struck me to the very core is the fact how death can undoubtedly erase all existing happiness within a person, and in a blink of an eye create an abysmal turmoil and grief. My heart has seemed to lose its composure and my body is now merely void without a soul, without substance.
You know, love, it feels like the wind has suddenly dissolved into a long winding drought.
With the tears shed for you this time, I attached an endless goodbye message. For the loyalty you carved into my life, for the bittersweet memories when you were still here. It is not that I want to complain, but really, it feels to me you had stayed only too briefly and left too early.
Everyone presume that it is I who was the ultimate lover for you, dear, but what had escaped from their knowledge is the fact that you were the person who changed me into one.
How could I stay loyal when my tendency was to stray? But you showed me what loyalty means, relentlessly you showed me until I embraced it. You taught me love, until I am now capable to love you this contently.
Goodbye,
You were given by Him, and you will return to Him. You were once nowhere for me to be found and now you are back to nowhere for me to be found.
Goodbye, my dear, the light of my sight, the care to my soul. Goodbye, my dear heavenly angel…
- B.J. Habibie